Perkembangan Komputer


Jumat, 15 Maret 2013





Misteri Rudal Sukhoi TNI AU


Dari beberapa informasi dan dokumen, disebutkan Indonesia telah membeli rudal untuk mempersenjatai jet Sukhoi Su-27/30 Flanker. Memang kabar telah dibelinya rudal untuk Sukhoi telah berhembus beberapa waktu lalu. Publik pun sebenarnya menunggu sosok rudal jenis apa yang dipasangkan pada Sukhoi TNI AU. Tapi entah karena alasan apa, boleh jadi untuk menjaga unsur kerahasiaan, sosok jet tempur Sukhoi TNI AU dengan atribut rudal tak pernah diperlihatkan ke publik. Baik dalam flypass dan demo statik pun sosok rudal yang dimaksud belum tersingkap wujudnya. Sekilas keberadaan rudal ini sama misteriusnya dengan kapal selam baru TNI AL yang ‘konon’ sudah datang.

Nah, merujuk ke dokumen yang menyebut rudal tersebut, diketahui jenis yang dimaksud adalah Kh-31P/AS-17 Krypton (kode NATO), sebuah rudal jenis udara ke permukaan, atau populer disebut mediun range air to surface missile. Kh-31P dirancang untuk melumpuhkan sistem pertahanan musuh. Untuk itu rudal di desain memiliki kecepatan sangat tinggi, mampu terbang jauh, anti-radar dan bisa mematikan penjejaknya saat diserang.







Kecepatan luncur rudal ini memang spektakuler, yakni antara 2.160 sampai 2.520 km per jam, atau setara 2.5 mach. Untuk mendapatkan kecepatan yang sangat tinggi, rudal Rudal Kh-31P didorong oleh 5 roket booster dan ramjet yang dipadukan dalam dual roket pendorong. Bentuknya mirip wahana antariksa Rusia, karena memang didisain oleh biro disain Soyuz di Turayevo dan diproduksi Tactical Missile Corporation.

[img]Kecepatan luncur rudal ini memang spektakuler, yakni antara 2.160 sampai 2.520 km per jam, atau setara 2.5 mach. Untuk mendapatkan kecepatan yang sangat tinggi, rudal Rudal Kh-31P didorong oleh 5 roket booster dan ramjet yang dipadukan dalam dual roket pendorong. Bentuknya mirip wahana antariksa Rusia, karena memang didisain oleh biro disain Soyuz di Turayevo dan diproduksi Tactical Missile Corporation.[/img]


Saat meluncur, tahap awal rudal ini berakselerasi dengan mesin roket untuk mendapatkan kecepatan 1,8 Mach. Setelah itu mesin pendorong pertama dilepas untuk digantikan 4 mesin jet pendorong, demi mencapai kecepatan maksimum. Kecepatan tinggi rudal ini berguna untuk mengurangi resiko tertembak, karena harus menerobos sistem pertahanan musuh untuk menghancurkan radar penjejak (air search radars) dan fire control radar.



Kh-31P memiliki panjang 5,2 meter dengan berat 600 kg dan mampu menembak sasaran sejauh 110 km. Karena rudal ini ditugaskan untuk menghancurkan radar musuh, dia tidak dibebani hulu ledak besar, melainkan hanya 90 Kg (Blast Frag). Namun misil ini bisa terbang dari 165 hingga 49.000 feet.

Dalam perkembangannya rudal ini bisa dipasang di kapal laut ataupun pesawat tempur Mig 29, Sukhoi SU-27/30. Kelebihan rudal ini, mampu menghantam kapal perang, drone ataupun pesawat mata-mata. KH-31P disebut juga “AWACS killer”, bisa menembak sasaran baik di darat maupun udara.




Varian pertama, yakni Kh-31A mulai diproduksi pada tahun 1982, dan resmi operasional mulai 1988 sampai saat ini. Untuk varian Kh-31P yang dimiliki TNI AU menggunakan pemandu radar pasif untuk sistem rudal anti radiasi. Bila pada versi Kh-31A jarak tembak hanya 50 km, maka di versi Kh-31P jarak tembak ditingkatkan hingga 110 km. Mau tahu harga rudal ini? Menurut wikipedia pada tahun 2010 lalu, per unit rudal ini dibandrol US$ 550.000. Hingga kini KH-31P masih diandalkan oleh AU Rusia, Cina, India, Venezuela, Kuba, Suriah, dan Vietnam.

Ini baru rudal udara ke permukaan, tentunya TNI AU juga akan melengkapi Sukhoi Skadron 11 dengan rudal udara ke udara, tunggu artikel selanjutnya.(Gilang Perdana)


http://indomiliter.com/2013/03/01/kh...sukhoi-tni-au/

Wowwww....

Angkatan Laut Rusia Rilis Kapal Selam & Kapal Perang Tenaga Nuklir Baru



WartaNes, Moskow - Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah mengumumkan bahwa Angkatan Laut Rusia akan menerima 24 kapal selam dan 54 kapal perang dari berbagai kelas pada tahun 2020.

"Sebagai hasil dari program persenjataan pemerintah, Angkatan Laut akan menerima delapan kapal selam bertenaga nuklir strategis, 16 kapal selam multi-purpose, kapal permukaan dan 54 dari berbagai kelas pada tahun 2020," kata kantor berita RIA Novosti Shoigu mengatakan.

Dia menyatakan bahwa peningkatan konstan armada itu merupakan bagian penting dari pembangunan secara keseluruhan Angkatan Laut Rusia.

Rusia berencana untuk membangun delapan kapal selam kelas Borei tahun 2020.

Kelas Borei adalah kelas kapal selam bertenaga nuklir rudal balistik yang diproduksi oleh Rusia dan dioperasikan oleh Angkatan Laut Rusia.

Kelas ini dimaksudkan untuk menggantikan Delta III, Delta IV, dan kelas Topan sekarang dalam layanan Angkatan Laut Rusia dan membentuk inti dari strategi pencegahan nuklirnya.

Kapal selam kelas pertama Borei, Yury Dolgoruky, dimasukkan ke dalam layanan aktif pada bulan Januari.

Yang kedua, Nevsky Alexander, telah menjalani tes laut. Pembangunan yang ketiga, Suvorov Alexander, adalah akan dimulai pada bulan Juli.

16 kapal selam multi-purpose termasuk kapal selam serangan kelas Graney bertenaga nuklir dan Kilo yang ditingkatkan dan kapal selam kelas Lada bertenaga diesel-listrik.

Angkatan Laut Rusia juga akan menerima kelas Laksamana Gorshkov fregat, korvet kelas Steregushchy, korvet kelas Buyan, dan kapal landing kelas Ivan Gren.

Tahun lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pengadaan kapal perang baru dan kapal selam untuk Angkatan Laut Rusia akan menjadi prioritas selama dekade berikutnya.

Pemerintah Rusia telah mengalokasikan lima triliun rubel (US$ 166 miliar) - seperempat dari anggaran pengadaan persenjataan keseluruhan hingga 2020 untuk tujuan ini. (*/pok)

http://www.wartanews.com/internasion...ga-nuklir-baru

166M dollar sampe tahun 2020... sedangkan indonesia modernisasinya aja ....,
Hitachi memperkenalkan inovasi teknologi terbaru bernama Robot for Personal Transport System (Ropits) yang digadang-gadang akan menjadi alat transportasi manusia di masa depan.



Ropits merupakan mobil mini yang bisa otomatis membawa penumpangnya ke tujuan dengan menggunakan sistem Global Positioning System (GPS). Penumpang hanya perlu menyentuh peta digital yang disediakan dan mobil akan langsung mengantar ke tempat tujuan.

Namun mobil yang hanya memuat satu penumpang ini juga dilengkapi joystick sebagai pengganti setir bundar jika sewaktu-waktu dibutuhkan kemudi manual.

Bertempat di kota Tsukuba, Prefektur Ibaraki, mobil yang didesain untuk bisa melaju di zona pejalan kaki ini diperkenalkan ke publik. Sejatinya mobil ini diproduksi untuk membantu orang-orang yang sulit berjalan. Dewasa ini, banyak orang berusia lanjut di Jepang yang mengalami masalah tersebut.



Ropits dilengkapi sensor jarak laser untuk berjaga-jaga akan adanya hambatan. Selain itu, ada pula sensor gyro yang menjaga keseimbangan saat melaju di atas jalan yang tak rata.



“Suspensi aktif” disediakan untuk mengendalikan masing-masing roda agar mobil bisa melewati tepian jalan dan permukaan yang tak rata tanpa membuat penumpang terjatuh.



Foto Lengkap

Orang yang ingin menumpang Ropits cukup memanggil mobil canggih ini lewat telepon yang terhubungan dengan jaringan komputer di halte-halte yang tersebar di kota.













SUMBER : http://ciricara.com/2013/03/13/foto-mobil-masa-depan-jepang-gunakan-setir-joystick/